Category Archives: ARTIKEL

Kebakaran Pabrik Tekstil di Karanganyar Belum Bisa Dipadamkan

KARANGANYAR – Kebakaran yang melanda Pabrik Delta Dunia Tekstil di Desa Kaling, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah. 10 jam api belum bisa dipadamkan.
Puluhan mobil pemadam kebakaran dari wilayah Surakarta ditambah milik Bakolwil Jawa Tengah masih berusaha memadamkan kobaran api.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Jawa Tengah, Nugroho mengatakan, sulitnya kobaran api padam dikarenakan di dalam pabrik masih banyak bahan yang mudah terbakar.

Apalagi sebelum terbakar, pabrik tersebut baru saja mendatangkan kapas dalam jumlah yang cukup banyak. Praktis api melahap banyak barang tersimpan di dalam gudang.

Meski begitu, pihaknya berusaha memadamkan api dengan cara melokalisasi kobaran api agar tidak semakin meluas. Belum diketahui apa penyebab kobaran api yang mulai terlihat sekira pukul 20.45 WIB.

Menurut keterangan saksi para karyawan PT Delta Dunia Tekstil, api berasal dari dalam gudang, saksi melihat adanya api dari ventilasi gudang. Saat melihat adanya api, saksi langsung berlari memberitahukan petugas sekuriti pabrik.

Setelah dipastikan benar-benar ada kebakaran, saksi dan beberapa rekannya mencoba memadamkan dengan berusah membuka hydrant. Namun, hydrant tersebut macet.

“Hydrant macet saat para karyawan mencoba mematikan api. Baru setelah Hydrant macet, mereka menghubungi kepolisian dan pemadam,” ucapnya.

Menurut Nugroho, meski semalam hujan turun dengan deras, nyatanya tak berpengaruh apa pun terhadap kebakaran. Api tak bisa dipadamkan oleh hujan yang turun.

“Hujan turun semalam. Tapi tak bisa memadamkan api. Api belum bisa dipadamkan sama sekali,” terangnya.

Pihak manajeman sendiri belum memberikan keterangan apa pun menyangkut kerugian yang diderita akibat kebakaran yang menghanguskan seluruh bangunan. Karena kebakaran itu, aktivitas di pabrik tersebut terhenti(Jn)


Hujan Salju Pernah Turun di Gurun Terkering

Sahara dikenal sebagai salah satu gurun tertandus di dunia dan yang paling panas di sana pun tak ada aliran air sungai atau pun perumahan karna disana terdapat gurun yang sangat panas.

Mengapa Mesin Mobil Sering Mati Di Atas Rel

Mohon diperhatikan ya…Inilah Penjelasan PT KAI, Mengapa Mesin Mobil Sering Mati Di Atas Rel ( Penting .

Pemerintah Evakuasi Korban Asap ke Rumah Singgah

Operasi kemanusiaan bagi masyarakat yang terpapar asap pekat di Sumatera dan Kalimantan terus dilakukan. Penderita ISPA mencapai 505.527 jiwa sejak Juli hingga sekarang.

Setengah Juta Liter Air Dijatuhkan Di Hotspot Ogan Ilir

Pantauan Satelit Moderate-resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) menunjukkan hotspot di Provinsi Sumatera Selatan berjumlah 9 titik pada hari ini (14/10), pukul 16.00 WIB. Kesembilan hotspot berada di Ogan Komering Ilir (OKI) 4 titik, Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan 4 titik, dan OKU 1 titik. Sehari sebelumnya (13/10) hotspot berjumlah 278 titik. Meskipun jumlah hotspot turun signifikan, kualitas udara yang diukur dengan konsentrat partikulat masih menunjukkan kualitas sangat tidak sehat.

Pos Komando Satuan Tugas (Satgas) Siaga Darurat Bencana Asap Provinsi Sumatera Selatan menghimbau warga untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Di samping itu, pemerintah daerah setempat juga menghimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Sebaran asap berasal dari Palembang ini masih berdampak pada kualitas udara tidak sehat di Jambi.

Jumlah hotspot yang turun drastis tidak menghentikan upaya Pos Komando Satgas untuk terus melakukan operasi pemadaman api dan asap. Satgas Darat dan Udara melakukan pemadaman dan pendinginan (mopping up) di area terbakar dan berasap. Satgas Udara yang dibantu pihak asing, Australia, Malaysia, dan Singapura, mengoptimalkan operasi pemadaman api dan asap hari ini (14/10).

Satgas Udara gabungan mengerahkan 8 unit angkutan udara dengan total pengeboman sebanyak 553.500 liter. Pengeboman atau water bombing ini difokuskan di Indralaya, Simpang Tiga Sakti, Padang Sugihan, Pedamaran, Cengal, dan Air Sugihan. Operasi udara telah menggunakan pesawat jenis Hercules Bomber 132 yang mampu mengangkut 15.000 liter air.

Kedelapan angkutan udara tersebut, antara lain pesawat 3 unit Air tractor, Bombardier CL 415 Pelican, Hercules C130 – Bomber 132, dan helikopter MI 8, Bolkow 105, dan Chinook Mustang 93.

//

BELUM ADA PENETAPAN BENCANA ASAP SEBAGAI BENCANA NASIONAL (Bagian 5)

Saat ini ada kecenderungan setiap terjadi bencana diwacanakan menjadi bencana nasional. Ini tidak sesuai dengan visi Bangsa Indonesia yang ingin mewujudkan bangsa yang tangguh menghadapi bencana. Jika ditetapkan bencana nasional, Pemda akan menyerahkan sepenuhnya kepada pusat. Padahal bencana bisa diatasi asal kita kompak, serius, total dan dengan hati. Karhutla itu harusnya bisa dicegah selama tidak ada pembiaran dan lemahnya penegakan hukum.

BELUM ADA PENETAPAN BENCANA ASAP SEBAGAI BENCANA NASIONAL (Bagian 4)

Bupati/Walikota dan Gubernur beserta SKPD-nya masih mampu menjalankan pemerintahan sehari-hari. Tidak ada chaos yang menyebabkan pemerintahan lumpuh. Dampak yang ditimbulkan asap dari karhutla tahun ini memang luas. Lebih dari 25 juta jiwa terdampak asap, ratusan ribu jiwa menderita ISPA, sekolah libur, bandara lumpuh, kerugian ekonomi dan lainnya.

BELUM ADA PENETAPAN BENCANA ASAP SEBAGAI BENCANA NASIONAL (Bagian 3)

Di Indonesia, Presiden menyatakan bencana nasional baru sekali yaitu saat tsunami Aceh 2004. Korban bencana saat itu lebih dari 200.000 jiwa tewas dan hilang. Kerugian lebih dari Rp 49 trilyun, Pemkab/Pemkot dan Pemprov Aceh dan Sumut lumpuh saat itu. Berdasarkan catatan sejarah kebencanaan di BNPB, hanya bencana tsunami Aceh 2004 yang dinyatakan Presiden sebagai bencana nasional

BELUM ADA PENETAPAN BENCANA ASAP SEBAGAI BENCANA NASIONAL (Bagian 2)

Tidak mudah membuat klasifikasi atau penentuan besaran dari masing-masing indikator. Dalam Draft PP, bencana tingkat lokal (kabupaten/kota) jika jumlah korban jiwa kurang dari 100 orang, kerugian kurang dari Rp 1 milyar, cakupan wilayah kurang dari 10 km2, Pemda masih mampu menangani berdasar SDM, sumberdaya finansial dan pemerintahan masih berjalan. Bencana tingkat Provinsi jika jumlah korban kurang dari 500 orang, kerugian kurang dari Rp 1 trilyun, cakupan wilayah lebih dari 1 kab/kota, pemda Provinsi masih berjalan. Sedangkan Bencana Nasional indikatornya korban lebih dari 500 orang, kerugian lebih dari Rp 1 trilyun, cakupannya beberapa kab/kota lebih dari 1 provinsi, dan pemprov dan pemkab tidak mampu mengatasinya.

BELUM ADA PENETAPAN BENCANA ASAP SEBAGAI BENCANA NASIONAL (Bagian 1)

Saat ini beberapa pihak menginginkan agar bencana asap akibat karhutla dijadikan bencana nasional. Di UU No.24/2007 tentang Penanggulangan Bencana, pasal 7 (2) disebutkan penetapan status dan tingkat bencana nasional dan daerah memuat indikator jumlah korban, kerugian harta benda, kerusakan sarana dan prasarana, cakupan luas wilayah yang terkena bencana, dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan. Penetapan status darurat bencana untuk skala nasional dilakukan oleh Presiden, skala provinsi oleh Gubernur, dan skala kabupaten/kota oleh Bupati/Walikota. Ketentuan penetapan status dan tingkatan bencana diatur dengan Peraturan Presiden (PP).

Hingga saat ini PP tersebut belum ditetapkan karena belum adanya kesepakatan berbagai pihak. Draft PP atau Raperpres Penetapan Status dan Tingkatan bencana ini sudah dibahas lintas sektor dan lembaga non-pemerintah sejak tahun 2009 hingga sekarang. Berulangkali dibahas dengan Unsur Pengarah BNPB bahkan dilakukan workshop nasional. Namun belum ada kesepakatan.

Yang dimaksud Tingkatan Bencana adalah keadaan di suatu tempat yang terlanda oleh jenis bencana tertentu dan dinilai berdasarkan jumlah korban, kerugian harta benda, kerusakan prasarana-sarana, cakupan wilayah dan dampak sosial ekonomi, yang dibedakan menjadi lokal, daerah dan nasional. Status Bencana membedakan bencana ringan, sedang dan berat sesuai indikator tersebut.

//