GEMPABUMI 5,5 SR Guncang Pessel, Ini Penjelasan BMKG

Sumbar – Hari ini Senin, (9/1/2016), pukul 18.28 WIB, Gempa tektonik berkekuatan 5,5 SR mengguncang wilayah Pesisir Selatan Sumbar.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Drs. Mochammad Riyadi, mengatakan Analisis pendahuluan BMKG menunjukkan bahwa gempabumi berkekuatan M=5.5 dengan episenter pada koordinat 1,69 LS dan 100,31 BT, tepatnya di laut pada jarak 64 km arah barat laut Pesisir Selatan Sumbar pada kedalaman 17 km. Hasil pemutakhiran analisa BMKG didapat bahwa gempabumi tersebut berkekuatan M=5,3 dengan kedalaman 69 km.

Menurutnya, Peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukan bahwa dampak gempabumi dirasakan hampir semua orang (skala SIG II yang setara dengan skala III – IV MMI) dapat terjadi pada daerah yang berdekatan dgn sumber gempa diwilayah Sumatra Barat, mulai Padang Panjang, Kota Padang, Batusangkar, Teluk Bayur, Pariaman, Sungai Penuh sampai dengan Painan. Wilayah Bengkulu di daerah Muko-muko juga merasakan serupa II SIG, sebagaimana sebagian besar kepulauan Mentawai seperti daerah tuapejat dan sekitarnya.

Selain itu gempa ini juga dirasakan luas di wilayah lain dengan intensitas lebih kecil antara II-III MMI. Hal ini sesuai dengan laporan masyarakat bahwa gempa ini dirasakan Pesisir Selatan II SIG-BMKG (IV MMI), Padang II SIG-BMKG (III-IV MMI), Pariaman II SIG-BMKG (III MMI), PadangPanjang-Bukittinggi I SIG-BMKG (II MMI). Sampai saat ini belum ada laporan kerusakan dari lapangan.

Gempabumi Pesisir Selatan jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya merupakan jenis gempabumi menengah, sehingga wajar jika guncangannya dirasakan dalam wilayah yang luas. Gempabumi ini terjadi akibat aktivitas Subduksi lempeng Indo Australia terhadap lempeng Eurasia. Dari hasil analisis mekanisme fokal, gempabumi ini mempunyai mekanisme sesar naik.

Patut disyukuri bahwa dengan kedalaman hiposenter di kedalaman menengah ini, dan kekuatan gempa yang relatif kecil, hasil modelling tsunami menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.